Tekat membuat aku terus berdiri.
Menunjukan siapa aku.
Tak perduli orang menilai aku siapa dan bagaimana.
Aku hanya ingin menjadi Sang Pena Emas.
Walau aku tahu..
Hanyalah suatu hal yang bodoh.
Suatu hal yang tak tahu apa-apa.
Suatu hal yang sok tahu tentang tulisan.
Tentang syair-syair indah..
Namun semua tak membuatku putus asa.
Akan aku tunjukkan.
Pada meraka..
Jika aku mampu.
Jika aku bisa.
Menjadi Sang Pena Emas dengan segala tekatku.
Oleh: Siti Nailul Izzah
Bondowoso, 22 Juli 2016.
Jumat

0 Response to Puisi: Sang Pena Emas
Posting Komentar
Terima kasih Anda telah berkomentar.