Oleh: F Kalimosodo
Z-Styling - Zaman seperti saat ini, kehidupan para remaja identik dengan malam minggu. Baik remaja-remaja kota ataupun remaja desa, muslim ataupun non muslim dan laki-laki maupun perempuan. Bagi mereka yang gemar malam mingguan, hadir mengisi malam minggunya jauh lebih penting daripada hadir ke masjid-masjid atau musholla dengan mengisi Syaf-syaf di tempat ibadah tersebut.

Malam mingguan sudah menjadi kepercayaan yang salah sehingga melahirkan nilai-nilai yang salah. Ketika malam minggu tiba, antusias para remaja sangat tinggi, sehingga malam mingguan jauh lebih wajib daripada ibadahnya. Dan ironisnya lagi, kurang Afdhol rasanya menghadiri malam minggu tanpa adanya kekasih. "Bagai malam tanpa bintang", begitu katanya Rhoma Irama.
Dengan kebiasaan yang seperti itu, malam minggu hanya dijadikan sebagai ajang kemaksiatan massal, narkoba massal, mabok-mabokan massal, dan ending dari malam mingguan tersebut adalah melakukan dosa massal. Astagfirullah!
Sungguh mengerikan virus-virus yang melanda remaja-remaja saat ini, khususnya remaja umat muslim. Padahal mereka sadar bahwa apa yang dilakukannya itu adalah sangat tidak baik, tapi anehnya mereka tetap enjoy dengan kebiasaan-sebiasaan yang berdosa itu. Menurut Ibnu Khaldun, seorang sejarawan muslim dari Tunisia yang sering disebut sebagai Bapak pendiri ilmu historiografi, sosiologi dan ekonomi ini, hal-hal seperti itu terjadi karena jiwa dan raga sudah dikuasai oleh nafsu Bahimiah, dan remaja saat ini lebih mementingkan nafsu bahimiahnya dari pada nafsu malakiahnya.
Sebagian besar, kegiatan-kegiatan di malam minggu memang tercium tak sedap dan sangat menyengat hidung, faktanya memang inilah realita zaman saat ini. Faktor lingkungan sangat mendorong untuk panen dosa di malam weekend ini. Bagaimana tidak, teman adalah obat manjur untuk melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat tersebut. Lain lagi jika dihitung dari segi materi, berapa banyak uang yang terbuang sia-sia tiap minggunya sedangkan sedekah yang seharusnya menjadi kewajiban pribadi umat muslim tak pernah terfikirkan sama sekali.
Tak bisa dipungkiri pula bahwa siapa sih yang tak suka hiburan, namun pertanyaannya adalah, "Apa tidak ada hiburan lain selain bermaksiat?" Tentu hiburan yang baik-baik lebih banyak, tergantung siap menjalankan atau tidak. Terkadang hal-hal yang mengarah ke kebaikan memang terasa membosankan, itulah godaan setan, dan cobalah untuk selalu mencegahnya.
0 Response to Salah Kaprah di Malam Minggu
Posting Komentar
Terima kasih Anda telah berkomentar.